Ringkasan
Dalam tafsir mimpi Islami, Penjara dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang yang paling jelas yang para ulama tafsir bersandar padanya kepada Al-Qur'an, karena Allah menyebut dalam surah Yusuf penjara nabi-Nya Yusuf alaihissalam dengan rinci "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun", dan di dalamnya dirinci mimpi dua pemuda dan tafsirnya, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap kabar baik, dengan rincian berbeda menurut warna simbol, gerakannya, dan keadaan pemimpi.
Rujukan Al-Qur'an & Hadis
"Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun."
Ayat ini tentang tinggalnya Yusuf alaihissalam di penjara selama beberapa tahun kemudian keluarnya ke kepemimpinan, dan ia adalah dasar dalam tafsir penjara dalam mimpi. Rincian kisah dalam surah secara lengkap — "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya" (Yusuf: 33), dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda (Yusuf: 36), kemudian "Engkau hari ini di sisi kami menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai" (Yusuf: 54) — menyimpan bagi penafsir seluruh wajah tafsir: kesempitan, kesabaran, perlindungan dari fitnah, dan kepemimpinan setelah ujian.
Makna Simbolis
Penjara dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang yang paling jelas yang para ulama tafsir bersandar padanya kepada Al-Qur'an, karena Allah menyebut dalam surah Yusuf penjara nabi-Nya Yusuf alaihissalam dengan rinci "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun", dan di dalamnya dirinci mimpi dua pemuda dan tafsirnya. Atas dasar ini para ulama tafsir membagi penjara pada dua wajah: kesempitan yang melekat pada pemimpi sampai datang kelapangan setelah beberapa tahun di atas pola kisah Yusuf, dan perlindungan dari fitnah — sebagaimana Yusuf memilih penjara atas apa yang ia diajak kepadanya berupa kekejian sehingga ia berkata "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya".
Pertanda Baik
Menurut An-Nabulsi: Penjara dalam mimpi dapat menandakan — berbeda dengan zahirnya — perlindungan dari fitnah yang pemimpi berlindung kepadanya dengan sendirinya, berdasarkan ucapan Yusuf alaihissalam "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya"; ia memilih penjara atas maksiat, maka datang kelapangan setelahnya.
Pertanda yang Harus Diwaspadai
Menurut Ibnu Sirin: Penjara dalam mimpi adalah kesempitan yang melekat pada pemimpi dalam satu dari urusan-urusannya — dari penyakit, atau utang, atau perjalanan yang menjauhkannya dari keluarganya. Siapa yang masuk penjara dalam mimpinya kemudian keluar darinya, Allah telah melepaskan darinya kesempitannya di atas pola kisah Yusuf alaihissalam "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun" kemudian "Engkau hari ini di sisi kami menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai".
Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat
Berikut adalah hal-hal yang pendapat para ulama berbeda; kedua pendapat disebutkan beserta penyandangnya agar pembaca dapat merenungkan konteks.
Secara umum
An-Nabulsi — Penjara dalam mimpi dapat menandakan — berbeda dengan zahirnya — perlindungan dari fitnah yang pemimpi berlindung kepadanya dengan sendirinya, berdasarkan ucapan Yusuf alaihissalam "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya"; ia memilih penjara atas maksiat, maka datang kelapangan setelahnya.
Ibnu Sirin — Penjara dalam mimpi adalah kesempitan yang melekat pada pemimpi dalam satu dari urusan-urusannya — dari penyakit, atau utang, atau perjalanan yang menjauhkannya dari keluarganya. Siapa yang masuk penjara dalam mimpinya kemudian keluar darinya, Allah telah melepaskan darinya kesempitannya di atas pola kisah Yusuf alaihissalam "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun" kemudian "Engkau hari ini di sisi kami menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai".
Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini
An-Nabulsi
An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.
Ibnu Sirin
Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.
Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini
Saat mimpi tentang Penjara memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:
- Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
- Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
- Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
- Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti mimpi Penjara menurut Islam?
Penjara dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang yang paling jelas yang para ulama tafsir bersandar padanya kepada Al-Qur'an, karena Allah menyebut dalam surah Yusuf penjara nabi-Nya Yusuf alaihissalam dengan rinci "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun", dan di dalamnya dirinci mimpi dua pemuda dan tafsirnya. Atas dasar ini para ulama tafsir membagi penjara pada dua wajah: kesempitan yang melekat pada pemimpi sampai datang kelapangan setelah beberapa tahun di atas pola kisah Yusuf, dan perlindungan dari fitnah — sebagaimana Yusuf memilih penjara atas apa yang ia diajak kepadanya berupa kekejian sehingga ia berkata "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya".
Apa pandangan Islam tentang mimpi Penjara?
Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Penjara dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.
Apakah mimpi Penjara pertanda baik atau buruk?
Tafsir Penjara memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.
Apakah makna Penjara berubah dengan suasana mimpi?
Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.
Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Penjara?
Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.
Apakah para ulama berbeda pendapat tentang Penjara?
Ya, para ulama berbeda dalam beberapa hal: lihat bagian "Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat" di atas untuk melihat kedua pendapat dengan nisbatnya.
Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Penjara?
Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.
Apa pertanda baik dari mimpi Penjara?
Penjara dalam mimpi dapat menandakan — berbeda dengan zahirnya — perlindungan dari fitnah yang pemimpi berlindung kepadanya dengan sendirinya, berdasarkan ucapan Yusuf alaihissalam "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya"; ia memilih penjara atas maksiat, maka datang kelapangan setelahnya.
Apa pertanda buruk dari mimpi Penjara?
Penjara dalam mimpi adalah kesempitan yang melekat pada pemimpi dalam satu dari urusan-urusannya — dari penyakit, atau utang, atau perjalanan yang menjauhkannya dari keluarganya. Siapa yang masuk penjara dalam mimpinya kemudian keluar darinya, Allah telah melepaskan darinya kesempitannya di atas pola kisah Yusuf alaihissalam "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun" kemudian "Engkau hari ini di sisi kami menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai".
Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Penjara?
Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.
Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Penjara?
Ya, Surah Yūsuf 12:42: "Maka tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun."
Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi
Simbol-simbol yang sering disebut bersama Penjara dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.
Mimpi Terkait
Referensi & Sumber
- Abdul Ghani bin Ismail an-Nabulsi (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
Biografi singkat & metodologi
Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.
An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.
- Muhammad ibn Sirin al-Bashri, Abu Bakr (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
Biografi singkat & metodologi
Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.
Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.
Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.