Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Angin dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang urusan yang berlangsung tanpa pilihan pemimpi — dari urusan penguasa, atau ketetapan yang berlaku tanpa dapat ditolak, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap kabar baik, dengan rincian berbeda menurut warna simbol, gerakannya, dan keadaan pemimpi.

Rujukan Al-Qur'an & Hadis

"Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah berkati."
Surah al-Anbiyāʾ 21:81

Ayat ini dan ayat-ayat sejenisnya tentang penundukan angin kepada Sulaiman alaihissalam adalah dasar dalam tafsir angin dalam mimpi sebagai urusan yang berlaku dengan kekuasaan — siapa yang taat kepada Allah, angin pun taat kepadanya, dan siapa yang menyelisihinya, ia pun diselisihi. Al-Qur'an juga menggandengkannya dengan azab terhadap kaum 'Aad "Maka Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin pada hari-hari nahas" (Fushshilat: 16). Para ulama tafsir membagi angin pada dua wajah: yang lembut yang berlaku dengan kebaikan, dan yang ganas yang berlaku dengan peringatan — keduanya adalah urusan yang tidak ada pilihan bagi pemimpi.

Makna Simbolis

Angin dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang urusan yang berlangsung tanpa pilihan pemimpi — dari urusan penguasa, atau ketetapan yang berlaku tanpa dapat ditolak. Al-Qur'an sendiri membagi angin pada dua wajah pokok: angin rahmat "Dan Kami kirimkan angin-angin yang membuahi", dan angin ganas yang membawa azab seperti angin ‘Aad. Atas dasar Qurani ini dibangun tafsirnya: angin lembut yang baik adalah kabar gembira, dan angin kencang yang membinasakan adalah peringatan keburukan yang berlangsung atas pemimpi dan penduduk daerahnya.

Dimensi Spiritual

Menurut Ibnu Sirin: Angin lembut yang baik dalam mimpi adalah kemenangan bagi penguasa dan istirahat bagi rakyat. Siapa yang melihat angin menggiring awan hujan, telah datang kelapangan setelah kesulitan. Angin tenang dalam mimpi pedagang adalah laris dagangan, dan dalam mimpi musafir adalah keselamatan perjalanan.

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Angin kencang dalam mimpi yang membalikkan pohon dan menjatuhkan atap adalah peringatan keburukan umum yang berlangsung atas penduduk daerah — penguasa yang lalim atau ketetapan yang menakutkan, berdasarkan firman Allah Taala "Maka Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin pada hari-hari nahas" dalam azab ‘Aad.

Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat

Berikut adalah hal-hal yang pendapat para ulama berbeda; kedua pendapat disebutkan beserta penyandangnya agar pembaca dapat merenungkan konteks.

Secara umum

Ibnu Sirin — Angin lembut yang baik dalam mimpi adalah kemenangan bagi penguasa dan istirahat bagi rakyat. Siapa yang melihat angin menggiring awan hujan, telah datang kelapangan setelah kesulitan. Angin tenang dalam mimpi pedagang adalah laris dagangan, dan dalam mimpi musafir adalah keselamatan perjalanan.

An-Nabulsi — Angin kencang dalam mimpi yang membalikkan pohon dan menjatuhkan atap adalah peringatan keburukan umum yang berlangsung atas penduduk daerah — penguasa yang lalim atau ketetapan yang menakutkan, berdasarkan firman Allah Taala "Maka Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin pada hari-hari nahas" dalam azab ‘Aad.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi tentang Angin memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:

  1. Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
  2. Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
  3. Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
  4. Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Angin menurut Islam?

Angin dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang urusan yang berlangsung tanpa pilihan pemimpi — dari urusan penguasa, atau ketetapan yang berlaku tanpa dapat ditolak. Al-Qur'an sendiri membagi angin pada dua wajah pokok: angin rahmat "Dan Kami kirimkan angin-angin yang membuahi", dan angin ganas yang membawa azab seperti angin ‘Aad. Atas dasar Qurani ini dibangun tafsirnya: angin lembut yang baik adalah kabar gembira, dan angin kencang yang membinasakan adalah peringatan keburukan yang berlangsung atas pemimpi dan penduduk daerahnya.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Angin?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Angin dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Angin pertanda baik atau buruk?

Tafsir Angin memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.

Apakah makna Angin berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Angin?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Apakah para ulama berbeda pendapat tentang Angin?

Ya, para ulama berbeda dalam beberapa hal: lihat bagian "Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat" di atas untuk melihat kedua pendapat dengan nisbatnya.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Angin?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda baik dari mimpi Angin?

Angin lembut yang baik dalam mimpi adalah kemenangan bagi penguasa dan istirahat bagi rakyat. Siapa yang melihat angin menggiring awan hujan, telah datang kelapangan setelah kesulitan. Angin tenang dalam mimpi pedagang adalah laris dagangan, dan dalam mimpi musafir adalah keselamatan perjalanan.

Apa pertanda buruk dari mimpi Angin?

Angin kencang dalam mimpi yang membalikkan pohon dan menjatuhkan atap adalah peringatan keburukan umum yang berlangsung atas penduduk daerah — penguasa yang lalim atau ketetapan yang menakutkan, berdasarkan firman Allah Taala "Maka Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin pada hari-hari nahas" dalam azab ‘Aad.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Angin?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Angin?

Ya, Surah al-Anbiyāʾ 21:81: "Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah berkati."

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Angin dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.