Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Sholat dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang penunaian hak-hak dan pengembalian amanah, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap kabar baik, dengan rincian berbeda menurut warna simbol, gerakannya, dan keadaan pemimpi.

Rujukan Al-Qur'an & Hadis

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku."
Surah Ṭāhā 20:14

Ayat ini adalah dasar dalam menafsirkan sholat dalam mimpi dengan hubungan kepada Allah dan mengingat-Nya. Siapa yang melihat dirinya sholat dengan sempurna, ia telah diberi taufik untuk apa yang Allah perintahkan kepada Nabi-Nya Musa alaihissalam di awal tugasnya: "Dirikanlah sholat untuk mengingat Aku" — dan sholat dalam syariat adalah tiang agama, dan dalam mimpi adalah tiang tafsir.

Makna Simbolis

Sholat dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang penunaian hak-hak dan pengembalian amanah. Siapa yang melihat dirinya sholat dengan rukun yang sempurna menghadap kiblat, ia telah menunaikan kewajibannya berupa utang atau amanah, atau diberi taufik untuk istiqamah dalam agamanya. Setiap kali sholat itu sempurna dalam mimpi, keadaan pun sempurna dalam dunia jaga; dan setiap kali rukun-rukunnya kurang atau kiblatnya rusak atau pemimpi tersesat dari waktunya, itu adalah tanda kekurangan dalam agama atau hak atau kelalaian terhadap suatu urusan yang harus dikendalikan oleh pemimpi. Menghadap kiblat dapat menandakan kelurusan jalan secara keseluruhan: dalam niat, perkataan, dan amal.

Dimensi Spiritual

Menurut Ibnu Sirin: Siapa yang melihat dirinya sholat dengan rukun yang sempurna menghadap kiblat, ia telah menunaikan utangnya atau amanahnya, atau diberi taufik untuk istiqamah dalam agamanya. Setiap kali sholat itu sempurna dalam mimpi, keadaan pun sempurna dalam dunia jaga; sebab sholat dalam syariat adalah tiang agama, dan dalam mimpi adalah tiang tafsir.

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Jika pemimpi melihat dirinya sholat tidak menghadap kiblat, atau meninggalkan salah satu rukunnya, atau lalai dari waktunya, maka itu adalah tanda kekurangan dalam agama atau hak, kelalaian terhadap amanah, atau penyimpangan dari jalan istiqamah. Pemimpi hendaknya melihat keadaannya dan memperbaiki apa yang rusak.

Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat

Berikut adalah hal-hal yang pendapat para ulama berbeda; kedua pendapat disebutkan beserta penyandangnya agar pembaca dapat merenungkan konteks.

Secara umum

Ibnu Sirin — Siapa yang melihat dirinya sholat dengan rukun yang sempurna menghadap kiblat, ia telah menunaikan utangnya atau amanahnya, atau diberi taufik untuk istiqamah dalam agamanya. Setiap kali sholat itu sempurna dalam mimpi, keadaan pun sempurna dalam dunia jaga; sebab sholat dalam syariat adalah tiang agama, dan dalam mimpi adalah tiang tafsir.

An-Nabulsi — Jika pemimpi melihat dirinya sholat tidak menghadap kiblat, atau meninggalkan salah satu rukunnya, atau lalai dari waktunya, maka itu adalah tanda kekurangan dalam agama atau hak, kelalaian terhadap amanah, atau penyimpangan dari jalan istiqamah. Pemimpi hendaknya melihat keadaannya dan memperbaiki apa yang rusak.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi tentang Sholat memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:

  1. Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
  2. Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
  3. Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
  4. Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Sholat menurut Islam?

Sholat dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang penunaian hak-hak dan pengembalian amanah. Siapa yang melihat dirinya sholat dengan rukun yang sempurna menghadap kiblat, ia telah menunaikan kewajibannya berupa utang atau amanah, atau diberi taufik untuk istiqamah dalam agamanya. Setiap kali sholat itu sempurna dalam mimpi, keadaan pun sempurna dalam dunia jaga; dan setiap kali rukun-rukunnya kurang atau kiblatnya rusak atau pemimpi tersesat dari waktunya, itu adalah tanda kekurangan dalam agama atau hak atau kelalaian terhadap suatu urusan yang harus dikendalikan oleh pemimpi. Menghadap kiblat dapat menandakan kelurusan jalan secara keseluruhan: dalam niat, perkataan, dan amal.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Sholat?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Sholat dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Sholat pertanda baik atau buruk?

Tafsir Sholat memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.

Apakah makna Sholat berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Sholat?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Apakah para ulama berbeda pendapat tentang Sholat?

Ya, para ulama berbeda dalam beberapa hal: lihat bagian "Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat" di atas untuk melihat kedua pendapat dengan nisbatnya.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Sholat?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda baik dari mimpi Sholat?

Siapa yang melihat dirinya sholat dengan rukun yang sempurna menghadap kiblat, ia telah menunaikan utangnya atau amanahnya, atau diberi taufik untuk istiqamah dalam agamanya. Setiap kali sholat itu sempurna dalam mimpi, keadaan pun sempurna dalam dunia jaga; sebab sholat dalam syariat adalah tiang agama, dan dalam mimpi adalah tiang tafsir.

Apa pertanda buruk dari mimpi Sholat?

Jika pemimpi melihat dirinya sholat tidak menghadap kiblat, atau meninggalkan salah satu rukunnya, atau lalai dari waktunya, maka itu adalah tanda kekurangan dalam agama atau hak, kelalaian terhadap amanah, atau penyimpangan dari jalan istiqamah. Pemimpi hendaknya melihat keadaannya dan memperbaiki apa yang rusak.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Sholat?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Sholat?

Ya, Surah Ṭāhā 20:14: "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku."

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Sholat dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.