Ringkasan
Dalam tafsir mimpi Islami, Pasar dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang dunia, tempat rezeki, dan tempat jerih payah, sebagaimana disebut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi. Mimpi ini memuat beberapa kemungkinan, yang ditentukan oleh konteks mimpi (waktu, tempat, keadaan simbol) dan keadaan pemimpi saat bermimpi.
Tafsir Islami
Ibnu Sirin
Menurut Ibnu Sirin: Pasar yang ramai dalam mimpi dengan barang-barang yang bermanfaat adalah tanda dunia yang sedang maju dan rezeki yang sedang mudah. Siapa yang masuk pasar dalam mimpinya lalu membeli apa yang bermanfaat baginya, mendapat penghasilan halal dan kelapangan dalam penghidupannya. Dasar dalam bab ini adalah firman Allah Taala "Dan mereka berjalan di pasar-pasar" — maka pasar adalah tempat penghidupan yang manusia tidak terlepas darinya.
Rujukan Al-Qur'an & Hadis
"Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar."
Ayat ini menjadikan pasar sebagai tempat penghidupan yang disyariatkan yang para nabi alaihimussalam berjalan di dalamnya. Atas dasar ini para ulama tafsir membangun bahwa pasar dalam mimpi adalah lambang dunia, tempat rezeki, dan tempat jerih payah. Pasar yang ramai dengan barang-barang yang bermanfaat adalah rezeki yang mudah, yang sepi dengan yang rusak adalah kemandegan dalam penghasilan atau syubhat dalam perdagangan, dan siapa yang keluar dari pasar tanpa pembelian dan penjualan, telah terlewat darinya kesempatan yang sebelumnya ia tunggu.
Makna Simbolis
Pasar dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang dunia, tempat rezeki, dan tempat jerih payah; Al-Qur'an sendiri menyebutkan para nabi alaihimussalam berjalan di pasar "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar", maka menjadikan pasar sebagai tempat dari tempat-tempat penghidupan yang disyariatkan. Atas dasar ini para ulama tafsir membagi pasar pada dua wajah: pasar yang ramai dengan barang-barang yang bermanfaat adalah rezeki dan harapan dalam penghasilan yang baik, dan pasar yang sepi dengan barang-barang yang rusak adalah kemandegan rezeki atau penghasilan yang bercampur syubhat.
Tafsir Berdasarkan Keadaan Pemimpi
Bagi pedagang
Menurut An-Nabulsi: Pasar yang sepi dalam mimpi, atau pasar yang di dalamnya ada barang-barang yang rusak, adalah tanda kemandegan dalam penghasilan pemimpi, atau memasuki perdagangan yang di dalamnya ada syubhat yang harus berhati-hati. Siapa yang keluar dari pasar tanpa pembelian dan tanpa penjualan, telah terlewat darinya kesempatan yang sebelumnya ia tunggu.
Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini
Ibnu Sirin
Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.
An-Nabulsi
An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.
Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini
Saat mimpi tentang Pasar memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:
- Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
- Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
- Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
- Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti mimpi Pasar menurut Islam?
Pasar dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah lambang dunia, tempat rezeki, dan tempat jerih payah; Al-Qur'an sendiri menyebutkan para nabi alaihimussalam berjalan di pasar "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar", maka menjadikan pasar sebagai tempat dari tempat-tempat penghidupan yang disyariatkan. Atas dasar ini para ulama tafsir membagi pasar pada dua wajah: pasar yang ramai dengan barang-barang yang bermanfaat adalah rezeki dan harapan dalam penghasilan yang baik, dan pasar yang sepi dengan barang-barang yang rusak adalah kemandegan rezeki atau penghasilan yang bercampur syubhat.
Apa pandangan Islam tentang mimpi Pasar?
Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Pasar dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.
Apakah mimpi Pasar pertanda baik atau buruk?
Tafsir Pasar memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.
Apakah makna Pasar berubah dengan suasana mimpi?
Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.
Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Pasar?
Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.
Apa arti mimpi Pasar Bagi pedagang?
Pasar yang sepi dalam mimpi, atau pasar yang di dalamnya ada barang-barang yang rusak, adalah tanda kemandegan dalam penghasilan pemimpi, atau memasuki perdagangan yang di dalamnya ada syubhat yang harus berhati-hati. Siapa yang keluar dari pasar tanpa pembelian dan tanpa penjualan, telah terlewat darinya kesempatan yang sebelumnya ia tunggu.
Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Pasar?
Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.
Apa pertanda buruk dari mimpi Pasar?
Pasar yang sepi dalam mimpi, atau pasar yang di dalamnya ada barang-barang yang rusak, adalah tanda kemandegan dalam penghasilan pemimpi, atau memasuki perdagangan yang di dalamnya ada syubhat yang harus berhati-hati. Siapa yang keluar dari pasar tanpa pembelian dan tanpa penjualan, telah terlewat darinya kesempatan yang sebelumnya ia tunggu.
Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Pasar?
Simbol ini disebut oleh Ibnu Sirin dan An-Nabulsi, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.
Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Pasar?
Ya, Surah al-Furqān 25:20: "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar."
Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi
Simbol-simbol yang sering disebut bersama Pasar dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.
Mimpi Terkait
Referensi & Sumber
- Muhammad ibn Sirin al-Bashri, Abu Bakr (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
Biografi singkat & metodologi
Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.
Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.
- Abdul Ghani bin Ismail an-Nabulsi (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
Biografi singkat & metodologi
Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.
An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.
Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.