Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Mata dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah organ penglihatan yang dengannya cahaya dunia ditangkap, dan di sisi para penafsir ia adalah tanda agama pemimpi dan ketajamannya dalam urusannya, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap kabar baik, dengan rincian berbeda menurut warna simbol, gerakannya, dan keadaan pemimpi.

Rujukan Al-Qur'an & Hadis

"Dan ia (Ya'qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: 'Aduhai duka-citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan ia adalah seorang yang menahan amarahnya."
Surah Yūsuf 12:84

Ayat ini tentang kesedihan Ya'qub alaihissalam atas perpisahan dengan Yusuf, dan di dalamnya terdapat dasar eksplisit tafsir mata dalam mimpi. Al-Qur'an menjadikan hilangnya pandangan mata sebagai tanda kesedihan sesuai dengan kadarnya, kemudian menjadikan kembalinya pandangan setelah penderitaan panjang — ketika baju Yusuf dilemparkan ke wajahnya "Maka kembalilah ia dapat melihat" (Yusuf: 96) — sebagai tanda kelapangan setelah kesempitan. Yang dimaksud dalam bab ini dari mata adalah organ penglihatan yang dengannya manusia mengenal cahaya dunia, dan inilah yang dibatasi para ulama tafsir dalam ucapan mereka.

Makna Simbolis

Mata dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah organ penglihatan yang dengannya cahaya dunia ditangkap, dan di sisi para penafsir ia adalah tanda agama pemimpi dan ketajamannya dalam urusannya. Dasar Qurani dalam tafsirnya adalah ayat yang di dalamnya disebutkan memutihnya mata Ya'qub alaihissalam karena kesedihan atas perpisahan dengan Yusuf "Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan ia adalah seorang yang menahan amarahnya" (Yusuf: 84), maka mata menunjukkan keadaan batin yang terpantul pada tubuh — keselamatannya dalam mimpi adalah keselamatan agama, dan hilangnya adalah hilangnya ketajaman yang seyogyanya diperbaiki. Yang dimaksud dalam bab ini adalah organ penglihatan, bukan makna sampingan lainnya.

Dimensi Spiritual

Menurut Ibnu Sirin: Mata yang sehat dan dapat melihat dalam mimpi adalah tanda keselamatan agama pemimpi dan ketajamannya dalam urusannya. Siapa yang melihat matanya dalam kesehatan dan pandangan, mendapat petunjuk dalam urusan yang sebelumnya sulit baginya. Bertambahnya cahaya mata dalam mimpi adalah bertambahnya ilmu, berdasarkan apa yang para ulama tafsir kumpulkan bahwa penglihatan pada zahir adalah pintu masuk ketajaman pada batin.

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Hilangnya pandangan mata dalam mimpi, atau memutihnya sebagaimana disebutkan dalam keadaan Ya'qub alaihissalam, adalah tanda kegelapan yang menimpa pemimpi dalam agamanya atau ketajamannya — siapa yang melekat padanya kesedihan yang berat sehingga memadamkan cahaya hatinya. Pengobatannya dalam keadaan terjaga adalah kembali kepada sholat-sholat orang mukmin dan zikir Allah yang dengannya hati tenang.

Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat

Berikut adalah hal-hal yang pendapat para ulama berbeda; kedua pendapat disebutkan beserta penyandangnya agar pembaca dapat merenungkan konteks.

Secara umum

Ibnu Sirin — Mata yang sehat dan dapat melihat dalam mimpi adalah tanda keselamatan agama pemimpi dan ketajamannya dalam urusannya. Siapa yang melihat matanya dalam kesehatan dan pandangan, mendapat petunjuk dalam urusan yang sebelumnya sulit baginya. Bertambahnya cahaya mata dalam mimpi adalah bertambahnya ilmu, berdasarkan apa yang para ulama tafsir kumpulkan bahwa penglihatan pada zahir adalah pintu masuk ketajaman pada batin.

An-Nabulsi — Hilangnya pandangan mata dalam mimpi, atau memutihnya sebagaimana disebutkan dalam keadaan Ya'qub alaihissalam, adalah tanda kegelapan yang menimpa pemimpi dalam agamanya atau ketajamannya — siapa yang melekat padanya kesedihan yang berat sehingga memadamkan cahaya hatinya. Pengobatannya dalam keadaan terjaga adalah kembali kepada sholat-sholat orang mukmin dan zikir Allah yang dengannya hati tenang.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi tentang Mata memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:

  1. Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
  2. Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
  3. Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
  4. Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Mata menurut Islam?

Mata dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah organ penglihatan yang dengannya cahaya dunia ditangkap, dan di sisi para penafsir ia adalah tanda agama pemimpi dan ketajamannya dalam urusannya. Dasar Qurani dalam tafsirnya adalah ayat yang di dalamnya disebutkan memutihnya mata Ya'qub alaihissalam karena kesedihan atas perpisahan dengan Yusuf "Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan ia adalah seorang yang menahan amarahnya" (Yusuf: 84), maka mata menunjukkan keadaan batin yang terpantul pada tubuh — keselamatannya dalam mimpi adalah keselamatan agama, dan hilangnya adalah hilangnya ketajaman yang seyogyanya diperbaiki. Yang dimaksud dalam bab ini adalah organ penglihatan, bukan makna sampingan lainnya.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Mata?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Mata dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Mata pertanda baik atau buruk?

Tafsir Mata memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.

Apakah makna Mata berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Mata?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Apakah para ulama berbeda pendapat tentang Mata?

Ya, para ulama berbeda dalam beberapa hal: lihat bagian "Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat" di atas untuk melihat kedua pendapat dengan nisbatnya.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Mata?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda baik dari mimpi Mata?

Mata yang sehat dan dapat melihat dalam mimpi adalah tanda keselamatan agama pemimpi dan ketajamannya dalam urusannya. Siapa yang melihat matanya dalam kesehatan dan pandangan, mendapat petunjuk dalam urusan yang sebelumnya sulit baginya. Bertambahnya cahaya mata dalam mimpi adalah bertambahnya ilmu, berdasarkan apa yang para ulama tafsir kumpulkan bahwa penglihatan pada zahir adalah pintu masuk ketajaman pada batin.

Apa pertanda buruk dari mimpi Mata?

Hilangnya pandangan mata dalam mimpi, atau memutihnya sebagaimana disebutkan dalam keadaan Ya'qub alaihissalam, adalah tanda kegelapan yang menimpa pemimpi dalam agamanya atau ketajamannya — siapa yang melekat padanya kesedihan yang berat sehingga memadamkan cahaya hatinya. Pengobatannya dalam keadaan terjaga adalah kembali kepada sholat-sholat orang mukmin dan zikir Allah yang dengannya hati tenang.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Mata?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Mata?

Ya, Surah Yūsuf 12:84: "Dan ia (Ya'qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: 'Aduhai duka-citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan ia adalah seorang yang menahan amarahnya."

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Mata dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.