Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Kalajengking dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah musuh dari orang yang paling dekat yang menyengat secara sembunyi-sembunyi dengan lidahnya, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap peringatan yang menuntut kewaspadaan; maknanya dapat berbalik menjadi kebaikan dengan tanda khusus seperti membunuh simbol atau melarikannya dari pemimpi.

Makna Simbolis

Kalajengking dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah musuh dari orang yang paling dekat yang menyengat secara sembunyi-sembunyi dengan lidahnya; syariat sendiri telah mengizinkan membunuhnya karena ia termasuk "fawasiq" yang menyakitkan. Karena itu, dalalahnya terbatas pada dua wajah: penghasut yang menusuk kehormatan dengan lidah seperti ekor kalajengking, atau gangguan ringan yang menimpa pemimpi dari arah yang ia merasa aman. Penandanya adalah apa yang dilakukan kalajengking dalam mimpi: sengatannya adalah berita yang menyakitkan, dan membunuhnya adalah kemenangan atas lawan.

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Kalajengking yang keluar dari bawah kasur pemimpi atau dari pakaiannya adalah tanda bahwa gangguan datang dari orang terdekat dan terlekat dengannya, karena tempat keluarnya kalajengking dalam mimpi adalah dasar dalam menentukan arah lawan. Setiap kali bisa kalajengking lebih kuat dalam mimpi, semakin berat pula bahaya ucapan yang datang.

Menurut Ibnu Sirin: Kalajengking dalam mimpi adalah musuh yang menghasut, menusuk kehormatan pemimpi di belakangnya. Siapa yang disengat kalajengking dalam mimpinya, mendapat ucapan buruk dari arah yang ia merasa aman. Siapa yang membunuhnya atau menolaknya dari dirinya, ia memenangi lawannya dan membungkam lisan buruk darinya.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi yang menakutkan tentang Kalajengking, berlaku adab mimpi makruh sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ:

  1. Pertama yang dilakukan pemimpi saat mimpi yang menakutkan: berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang dari kalian melihat apa yang dibencinya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejahatan syaitan." Lalu meludah kecil ke kiri tiga kali.
  2. Dimakruhkan menceritakannya kepada siapa pun. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah ia menceritakannya kepada siapa pun." Di dalamnya terdapat penjagaan jiwa dari was-was dan pemutusan pengaruhnya.
  3. Dianjurkan pemimpi berpindah dari posisi tidurnya, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat sebagaimana diriwayatkan dari Nabi ﷺ; karena itu termasuk yang paling agung dalam menolak keburukan mimpi.
  4. Mengingatkan hamba bahwa mimpi yang menakutkan bukanlah takdir yang pasti terjadi atau hukum yang turun; melainkan ujian bagi hati dan peringatan yang mungkin merupakan rahmat. Ketergantungan kepada Allah dan istighfar menolak apa yang dibenci dengan izin Allah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Kalajengking menurut Islam?

Kalajengking dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah musuh dari orang yang paling dekat yang menyengat secara sembunyi-sembunyi dengan lidahnya; syariat sendiri telah mengizinkan membunuhnya karena ia termasuk "fawasiq" yang menyakitkan. Karena itu, dalalahnya terbatas pada dua wajah: penghasut yang menusuk kehormatan dengan lidah seperti ekor kalajengking, atau gangguan ringan yang menimpa pemimpi dari arah yang ia merasa aman. Penandanya adalah apa yang dilakukan kalajengking dalam mimpi: sengatannya adalah berita yang menyakitkan, dan membunuhnya adalah kemenangan atas lawan.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Kalajengking?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Kalajengking dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Kalajengking pertanda baik atau buruk?

Tafsir Kalajengking cenderung menjadi peringatan menurut mayoritas ulama, dan dapat menunjukkan kebaikan dalam konteks tertentu.

Apakah makna Kalajengking berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Kalajengking?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Kalajengking?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda buruk dari mimpi Kalajengking?

Kalajengking yang keluar dari bawah kasur pemimpi atau dari pakaiannya adalah tanda bahwa gangguan datang dari orang terdekat dan terlekat dengannya, karena tempat keluarnya kalajengking dalam mimpi adalah dasar dalam menentukan arah lawan. Setiap kali bisa kalajengking lebih kuat dalam mimpi, semakin berat pula bahaya ucapan yang datang.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Kalajengking?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Kalajengking dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.