Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Burung dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang diri manusia itu sendiri — nafsunya yang terbang dan turun, atau amalnya yang dengan amal itu sebutannya terbang — atau lambang berita yang datang dari jauh, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap kabar baik, dengan rincian berbeda menurut warna simbol, gerakannya, dan keadaan pemimpi.

Rujukan Al-Qur'an & Hadis

"Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (seperti) burung yang melekat pada lehernya."
Surah al-Isrāʾ 17:13

Ayat ini adalah landasan Qur'aniy untuk menafsirkan burung dalam mimpi sebagai diri pemimpi dan amalnya yang melekat padanya. Atas dasar ini Ibnu Sirin menafsirkan burung dalam mimpi sebagai diri manusia itu sendiri dan gerakannya: terbang adalah kabar gembira amal saleh; jatuh dari langit adalah hilangnya kedudukan.

Makna Simbolis

Burung dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang diri manusia itu sendiri — nafsunya yang terbang dan turun, atau amalnya yang dengan amal itu sebutannya terbang — atau lambang berita yang datang dari jauh. Setiap burung memiliki tafsirnya sesuai jenisnya: burung putih menandakan kebaikan dan kabar gembira; burung hitam menandakan kesusahan atau berita yang tidak disukai. Burung pemangsa seperti rajawali dan elang menandakan penguasa; burung yang tidak halal dimakan menandakan seorang yang jahat.

Dimensi Spiritual

Menurut Ibnu Sirin: Burung putih dalam mimpi adalah lambang berita yang baik, atau jiwa yang suci dari sahabat pemimpi. Siapa yang melihat dirinya menangkap burung putih dan menggenggamnya, akan beroleh berita yang menyenangkannya, atau melamar seorang wanita yang baik lalu keluarganya menerimanya.

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Burung hitam atau burung yang tidak halal dimakan dalam mimpi adalah lambang seorang yang jahat, atau berita tidak menyenangkan yang datang kepada pemimpi. Burung gagak khususnya ditafsirkan sebagai orang fasik atau pembunuh, berdasarkan apa yang disebut dalam Al-Qur'an tentang gagak yang diutus memperlihatkan kepada Qabil bagaimana mengubur saudaranya.

Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat

Berikut adalah hal-hal yang pendapat para ulama berbeda; kedua pendapat disebutkan beserta penyandangnya agar pembaca dapat merenungkan konteks.

Secara umum

Ibnu Sirin — Burung putih dalam mimpi adalah lambang berita yang baik, atau jiwa yang suci dari sahabat pemimpi. Siapa yang melihat dirinya menangkap burung putih dan menggenggamnya, akan beroleh berita yang menyenangkannya, atau melamar seorang wanita yang baik lalu keluarganya menerimanya.

An-Nabulsi — Burung hitam atau burung yang tidak halal dimakan dalam mimpi adalah lambang seorang yang jahat, atau berita tidak menyenangkan yang datang kepada pemimpi. Burung gagak khususnya ditafsirkan sebagai orang fasik atau pembunuh, berdasarkan apa yang disebut dalam Al-Qur'an tentang gagak yang diutus memperlihatkan kepada Qabil bagaimana mengubur saudaranya.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi tentang Burung memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:

  1. Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
  2. Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
  3. Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
  4. Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Burung menurut Islam?

Burung dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang diri manusia itu sendiri — nafsunya yang terbang dan turun, atau amalnya yang dengan amal itu sebutannya terbang — atau lambang berita yang datang dari jauh. Setiap burung memiliki tafsirnya sesuai jenisnya: burung putih menandakan kebaikan dan kabar gembira; burung hitam menandakan kesusahan atau berita yang tidak disukai. Burung pemangsa seperti rajawali dan elang menandakan penguasa; burung yang tidak halal dimakan menandakan seorang yang jahat.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Burung?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Burung dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Burung pertanda baik atau buruk?

Tafsir Burung memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.

Apakah makna Burung berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Burung?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Apakah para ulama berbeda pendapat tentang Burung?

Ya, para ulama berbeda dalam beberapa hal: lihat bagian "Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat" di atas untuk melihat kedua pendapat dengan nisbatnya.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Burung?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda baik dari mimpi Burung?

Burung putih dalam mimpi adalah lambang berita yang baik, atau jiwa yang suci dari sahabat pemimpi. Siapa yang melihat dirinya menangkap burung putih dan menggenggamnya, akan beroleh berita yang menyenangkannya, atau melamar seorang wanita yang baik lalu keluarganya menerimanya.

Apa pertanda buruk dari mimpi Burung?

Burung hitam atau burung yang tidak halal dimakan dalam mimpi adalah lambang seorang yang jahat, atau berita tidak menyenangkan yang datang kepada pemimpi. Burung gagak khususnya ditafsirkan sebagai orang fasik atau pembunuh, berdasarkan apa yang disebut dalam Al-Qur'an tentang gagak yang diutus memperlihatkan kepada Qabil bagaimana mengubur saudaranya.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Burung?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Burung?

Ya, Surah al-Isrāʾ 17:13: "Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (seperti) burung yang melekat pada lehernya."

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Burung dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.