Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Berenang dalam mimpi termasuk lambang yang ditemukan dalam kitab-kitab tafsir Ibnu Sirin dan An-Nabulsi secara ringkas tanpa rincian seperti rincian lainnya, sebagaimana disebut Ibnu Sirin. Mimpi ini memuat beberapa kemungkinan, yang ditentukan oleh konteks mimpi (waktu, tempat, keadaan simbol) dan keadaan pemimpi saat bermimpi.

Tafsir Islami

Ibnu Sirin

Menurut Ibnu Sirin: Berenang di air jernih dalam mimpi adalah tanda umum tentang pengelolaan urusan sulit yang pemimpi memikul kelelahannya kemudian keluar darinya. Siapa yang berenang di air tenang dan mencapai pantainya, telah menembus dalam urusan yang sebelumnya sulit baginya. Tidak disebutkan dalam bab ini rincian yang diriwayatkan yang melampaui pembagian umum ini, maka seyogyanya tidak meluas padanya.

Makna Simbolis

Berenang dalam mimpi termasuk lambang yang ditemukan dalam kitab-kitab tafsir Ibnu Sirin dan An-Nabulsi secara ringkas tanpa rincian seperti rincian lainnya. Dasar umumnya adalah bahwa ia adalah pengelolaan air yang pemimpi memasukkan tubuhnya di dalamnya sehingga ia menembus dengannya ke sisi lain — maka zahirnya menunjukkan pengelolaan urusan yang sulit yang pemimpi memikul kelelahannya kemudian keluar darinya. Tidak terjaga dalam bab ini ayat atau hadits yang mengkhususkan berenang dengan tafsir, maka seyogyanya tidak meluas.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi tentang Berenang memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:

  1. Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
  2. Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
  3. Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
  4. Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Berenang menurut Islam?

Berenang dalam mimpi termasuk lambang yang ditemukan dalam kitab-kitab tafsir Ibnu Sirin dan An-Nabulsi secara ringkas tanpa rincian seperti rincian lainnya. Dasar umumnya adalah bahwa ia adalah pengelolaan air yang pemimpi memasukkan tubuhnya di dalamnya sehingga ia menembus dengannya ke sisi lain — maka zahirnya menunjukkan pengelolaan urusan yang sulit yang pemimpi memikul kelelahannya kemudian keluar darinya. Tidak terjaga dalam bab ini ayat atau hadits yang mengkhususkan berenang dengan tafsir, maka seyogyanya tidak meluas.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Berenang?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Berenang dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Berenang pertanda baik atau buruk?

Tafsir Berenang memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.

Apakah makna Berenang berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Berenang?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Berenang?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Berenang?

Simbol ini disebut oleh Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Berenang dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.