Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Anjing dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang musuh yang lemah dalam agama, atau orang bodoh yang banyak bicara, atau penjaga yang terpercaya dalam sebagian keadaan, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap peringatan yang menuntut kewaspadaan; maknanya dapat berbalik menjadi kebaikan dengan tanda khusus seperti membunuh simbol atau melarikannya dari pemimpi.

Rujukan Al-Qur'an & Hadis

"Dan anjing mereka mengulurkan kedua tangannya di depan pintu gua."
Surah al-Kahfi 18:18

Ayat ini dalam kisah Ashabul Kahfi, di dalamnya disebutkan anjing bersama para pemuda mukmin dengan cara penghormatan — disertai kesetiaannya kepada mereka dan penjagaannya terhadap mereka. Atas dasar ini Ibnu Sirin menafsirkan bahwa anjing dalam mimpi bukanlah lambang keburukan murni dalam setiap keadaan; anjing yang menjaga rumah tanpa menyakiti pemiliknya dapat menjadi pelayan yang bermanfaat yang ditundukkan, meskipun ia adalah orang yang paling rendah kedudukannya.

Makna Simbolis

Anjing dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang musuh yang lemah dalam agama, atau orang bodoh yang banyak bicara, atau penjaga yang terpercaya dalam sebagian keadaan. Kaidah menurut Ibnu Sirin adalah bahwa asal tafsirnya adalah musuh yang lemah; jika ia hitam, maka ia adalah musuh yang keras dalam permusuhannya; jika putih, ia adalah musuh yang bercampur yang tidak menampakkan permusuhannya; jika ia anjing berburu yang terlatih, ia adalah rezeki yang datang dari arah keterampilan yang dikuasai pemimpi. Siapa yang digonggongi anjing telah mendengar perkataan tidak menyenangkan dari orang jahil; siapa yang digigit anjing ditimpa gangguan dari musuh yang lemah. Al-Qur'an telah menyebutkan anjing Ashabul Kahfi "dan anjing mereka mengulurkan kedua tangannya ke depan pintu" sebagai bentuk kemuliaan, dan ini menunjukkan bahwa anjing bukanlah lambang keburukan murni dalam setiap keadaan.

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Anjing hitam dalam mimpi adalah musuh yang keras dalam permusuhannya, terang-terangan dalam tipu dayanya; yang putih adalah musuh yang bercampur yang tidak menampakkan permusuhannya. Siapa yang melihat anjing menjaga rumahnya tanpa menyakitinya, Allah telah menundukkan baginya pelayan yang bermanfaat meskipun ia adalah orang rendahan di antara manusia.

Menurut Ibnu Sirin: Anjing dalam mimpi adalah musuh yang lemah dalam agamanya atau orang bodoh yang banyak bicara. Siapa yang digonggongi anjing telah mendengar perkataan tidak menyenangkan dari orang jahil; siapa yang digigit anjing ditimpa gangguan dari musuh lemah seukuran gigitan. Anjing berburu yang terlatih adalah rezeki dari arah keterampilan yang dikuasai pemimpi.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi yang menakutkan tentang Anjing, berlaku adab mimpi makruh sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ:

  1. Pertama yang dilakukan pemimpi saat mimpi yang menakutkan: berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang dari kalian melihat apa yang dibencinya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejahatan syaitan." Lalu meludah kecil ke kiri tiga kali.
  2. Dimakruhkan menceritakannya kepada siapa pun. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah ia menceritakannya kepada siapa pun." Di dalamnya terdapat penjagaan jiwa dari was-was dan pemutusan pengaruhnya.
  3. Dianjurkan pemimpi berpindah dari posisi tidurnya, kemudian berdiri dan shalat dua rakaat sebagaimana diriwayatkan dari Nabi ﷺ; karena itu termasuk yang paling agung dalam menolak keburukan mimpi.
  4. Mengingatkan hamba bahwa mimpi yang menakutkan bukanlah takdir yang pasti terjadi atau hukum yang turun; melainkan ujian bagi hati dan peringatan yang mungkin merupakan rahmat. Ketergantungan kepada Allah dan istighfar menolak apa yang dibenci dengan izin Allah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Anjing menurut Islam?

Anjing dalam mimpi menurut para ulama tafsir adalah lambang musuh yang lemah dalam agama, atau orang bodoh yang banyak bicara, atau penjaga yang terpercaya dalam sebagian keadaan. Kaidah menurut Ibnu Sirin adalah bahwa asal tafsirnya adalah musuh yang lemah; jika ia hitam, maka ia adalah musuh yang keras dalam permusuhannya; jika putih, ia adalah musuh yang bercampur yang tidak menampakkan permusuhannya; jika ia anjing berburu yang terlatih, ia adalah rezeki yang datang dari arah keterampilan yang dikuasai pemimpi. Siapa yang digonggongi anjing telah mendengar perkataan tidak menyenangkan dari orang jahil; siapa yang digigit anjing ditimpa gangguan dari musuh yang lemah. Al-Qur'an telah menyebutkan anjing Ashabul Kahfi "dan anjing mereka mengulurkan kedua tangannya ke depan pintu" sebagai bentuk kemuliaan, dan ini menunjukkan bahwa anjing bukanlah lambang keburukan murni dalam setiap keadaan.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Anjing?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Anjing dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Anjing pertanda baik atau buruk?

Tafsir Anjing cenderung menjadi peringatan menurut mayoritas ulama, dan dapat menunjukkan kebaikan dalam konteks tertentu.

Apakah makna Anjing berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Anjing?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Anjing?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda buruk dari mimpi Anjing?

Anjing hitam dalam mimpi adalah musuh yang keras dalam permusuhannya, terang-terangan dalam tipu dayanya; yang putih adalah musuh yang bercampur yang tidak menampakkan permusuhannya. Siapa yang melihat anjing menjaga rumahnya tanpa menyakitinya, Allah telah menundukkan baginya pelayan yang bermanfaat meskipun ia adalah orang rendahan di antara manusia.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Anjing?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Anjing?

Ya, Surah al-Kahfi 18:18: "Dan anjing mereka mengulurkan kedua tangannya di depan pintu gua."

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.